![]() |
| Foto: Media HIMSPI |
Kajian sejarah HIMSPI yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2026 berlangsung secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini dipantik oleh Nawwaf Kholifah dan dipandu oleh moderator Wulan Suci Rahmawati.
Pada kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada Perang Badar, sebuah peristiwa besar dalam sejarah Islam yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah (±13 Maret 624 M) di Lembah Badar. Lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena tersedianya sumber mata air dan jalur penting bagi pergerakan pasukan.
Kajian menegaskan bahwa Perang Badar bukan sekadar pertempuran fisik, melainkan pertarungan antara keyakinan, eksistensi, dan kedaulatan umat Islam. Pasukan Muslim yang berjumlah 313 orang berhadapan dengan sekitar 1.000 pasukan Quraisy. Meski secara jumlah jauh lebih sedikit, umat Islam berhasil meraih kemenangan berkat kekuatan iman, strategi yang matang, serta solidaritas yang kuat.
Pembahasan juga menyinggung peristiwa pendahulu, yakni Ekspedisi Nakhlah, yang menjadi salah satu pemicu memanasnya konflik antara umat Islam dan Quraisy. Selain itu, kajian turut mengulas turunnya QS. Al-Baqarah ayat 217 sebagai penjelasan atas konteks perang di bulan haram.
Menjelang Perang Badar Kubro, Rasulullah SAW memperoleh informasi mengenai kafilah dagang besar Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan dari wilayah Syam. Upaya penghadangan terhadap jalur ekonomi Quraisy menjadi bagian dari strategi untuk melemahkan tekanan terhadap umat Islam di Madinah.
Melalui kajian ini, peserta diajak untuk memahami bahwa sejarah bukan hanya kisah masa lalu, tetapi juga sumber pelajaran tentang pentingnya ukhuwah, keteguhan iman, dan strategi dalam menghadapi tantangan.
Penulis: Wulan Suci Rahmawati
Editor: Abdilah Muhamad Said
