Sejarah Gunung kuda dan Kejayaan Alamnya

Dokumentasi Lapangan

     Pada tanggal 10 Juni 2025, HIMSPI mengahadiri kajian rutin bulanan yang membahas tentang sejarah gunung kuda dan kejayaan alamnya. Gunung Kuda merupakan sebuah gunung yang terletak di Desa Gintung, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Secara geologis, Gunung Kuda merupakan bagian dari sistem vulkanik Gunung Ciremai yang aktif sejak jutaan tahun lalu. Gunung ini terbentuk dari proses vulkanik yang terjadi pada zaman Pleistosen, sekitar 2 juta tahun yang lalu. 

    Struktur batuan Gunung Kuda terdiri dari batuan vulkanik yang mengandung unsur kapur (CaCO3) dan silika (SiO2). Batuan ini terbentuk dari proses pengendapan material vulkanik yang terjadi pada zaman Pleistosen. Gunung Kuda juga dikenal sebagai "lumbung fosil" karena kandungan fosil laut purba yang banyak ditemukan di dalam batuan gunung.

    Fosil-fosil ini berasal dari zaman Miosen, sekitar 10-20 juta tahun yang lalu, ketika area ini masih berada di dasar laut. Dr. Von Koenigswald, seorang geolog Belanda, melakukan penelitian di Gunung Kuda pada masa kolonial Belanda dan menemukan banyak fosil hewan laut, seperti kerang, siput, dan koral. Fosil-fosil ini menjadi bukti bahwa Gunung Kuda pernah berada di dasar laut dan mengalami proses geologis yang panjang.

    Gunung Kuda mengalami proses geologis yang panjang, termasuk proses vulkanik, erosi, dan sedimentasi. Proses vulkanik membentuk struktur batuan gunung, sedangkan proses erosi dan sedimentasi membentuk bentuk gunung yang sekarang. Dengan demikian, Gunung Kuda merupakan sebuah gunung yang unik dan memiliki nilai geologi yang tinggi.
    
    Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Kuda merupakan tempat yang sakral dan memiliki kekuatan spiritual yang kuat. Gunung ini diyakini sebagai tempat tinggal para leluhur dan dewa-dewa yang memiliki kekuatan supernatural. Sejarah spiritualitas Gunung Kuda dapat ditelusuri kembali ke zaman Kesultanan Cirebon, ketika Sultan Cirebon melakukan ritual spiritual di gunung ini untuk memperoleh kekuatan dan kebijaksanaan. Gunung Kuda juga diyakini sebagai tempat yang strategis untuk melakukan meditasi dan tapa brata, sehingga banyak orang yang datang ke gunung ini untuk melakukan ritual spiritual dan mencari kebijaksanaan.

     Selain itu, Gunung Kuda juga memiliki beberapa situs spiritual yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat, seperti Gua Kuda dan Puncak Kuda. Gua Kuda diyakini sebagai tempat yang strategis untuk melakukan meditasi dan tapa brata, sedangkan Puncak Kuda diyakini sebagai tempat yang sakral untuk melakukan ritual spiritual dan memperoleh kekuatan supernatural.
Dengan demikian, Gunung Kuda merupakan sebuah gunung yang tidak hanya memiliki nilai geologi yang tinggi, tetapi juga memiliki sejarah spiritualitas yang kaya dan dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

Penulis: Raden M. Ikhsan Fauzi
Editor: Suci Parhah Fauziah
Lebih baru Lebih lama