![]() |
| Dokumentasi Lapangan |
Pada Kamis, 14 November 2024, Departemen Luar Negeri bersama pengurus HIMSPI dan Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Indramayu khususnya bidang kebudayaan. kala itu kami disambut hangat oleh kak Tito dan kak Uswah selaku bagian bidang kebudayaan.
Kala itu kami membahas terkait apa saja warisan budaya yang ada di kab. Indramayu dan apa yang membedakannya dengan budaya yang ada daerah seciayumanjakuning. Berbicara budaya Cirebon dan indramayu itu hampir sama, bedanya kalau Cirebon itu ada pakemnya sedangkan indramayu itu tidak punya keraton. Jadi percampuran dengan budaya lain lebih banyak indramayu seperti jawa, sunda, jawa Cirebon, jawa jawa tengah lebih bebas tidak seperti di Cirebon.
Kabupaten Indramayu memiliki kekayaan warisan budaya yang beragam, baik yang berwujud (tangible) maupun tak berwujud (intangible). Dinas Kebudayaan Kabupaten Indramayu telah mencatat dan berupaya melestarikan berbagai warisan budaya tersebut. Terkait pemanfaatannya didinas itu ada pentas seni biasanya dilaksanalan di alun alun dan dijadikan ekskul di sekolah sekolah karena di indramayu kebudayaan itu nyambung dengan dinas Pendidikan. HIMSPI juga di ajak untuk ikutserta dalam kegiatan dinas seperti perlindungan dan pemugaran, penelitian objek diduga cagar budaya, pagelaran, sarah sehan, dan lain sebagainya.
Penulis: Alvin Firdaus
Editor: Fahim Syahru Sofar
