FATHU MAKKAH : DITAKLUKANNYA TANAH SUCI

Sumber Foto : Pinterest

 Fathu Makkah merupakan pembebasan kota Makkah dari orang-orang Kafir Quraisy. penaklukan kota Mekah dengan jalan damai, yang terjadi pada tanggal 20 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah, bertepatan tanggal 1 Januari 630 Masehi.

DARI PERJANJIAN HUDAIBIYAH
 Fathu Makkah terjadi karena pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara Nabi Muhammad dan Suhail bin Amr, yang mewakili kaum Quraisy. Perjanjian Hudaibiyah yang dibuat pada tahun ke-6 Hijriyah, memiliki beberapa kesepakatan penting, salah satunya adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun, yang berarti tidak ada peperangan antara umat Islam dan kaum Quraisy selama periode itu.

PELANGGARAN!
 Namun, kaum Quraisy melanggar perjanjian tersebut dengan memberikan bantuan kepada Bani Bakr, sebuah suku yang bermusuhan dengan umat Islam, untuk menyerang dan membantai Bani Khuza'ah, yang merupakan sekutu umat Islam. Pelanggaran ini membuat Nabi Muhammad merasa bahwa perjanjian tersebut sudah tidak berlaku lagi. Sebagai balasan atas pelanggaran tersebut, Nabi Muhammad memutuskan untuk mempersiapkan pasukan dan melakukan penaklukan terhadap Makkah, yang dikenal dengan nama Fathu Makkah.

OTW MEKAH
 Akibat pelanggaran kaum Quraisy itu, Nabi segera menyiapkan ± 10 ribu pasukan untuk bergerak menuju Mekah. Melihat Nabi datang dengan kekuatan berlipat, kafir Quraisy ketakutan luar biasa, mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka kepada Nabi dan umat Islam selama periode Mekah, dan pelanggaran perjanjian di saat periode Madinah.

DIMAAFKAN
 Tapi apa yang dikhawatirkan kafir Quraisy tak terjadi. Justru Nabi memberi pengampunan massal (amnesti) kepada mereka. Di tengah kecemasan dan ketakukan penduduk Mekah, Nabi menyampaikan mengumumkan kepada mereka "Siapa yang masuk masjid, maka dia aman. Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman. dan siapa yang masuk rumahnya dan menutup pintunya maka dia aman." Mendengar pengumuman tersebut, maka dukacita kafir Quraisy menjadi sirna dan berubah menjadi sukacita. Sehingga pada akhirnya mereka berbondong-bondong masuk Islam.

Penulis : Sevina Nur Hidayah
Editor : Suci Parhah Fauziah

Lebih baru Lebih lama