KAISAR NIKOLAY II & SEKELUARGA: BANGUN TIDUR LANGSUNG DITEMBAK

 

Sumber Foto: Pinterest
 
 Kaisar Nikolay II, istrinya Permaisuri Alexandra, putra mereka Alexei (yang menderita hemofilia), dan keempat putri mereka (Olga, Tatiana, Maria, dan Anastasia) dieksekusi oleh regu tembak Bolshevik pada malam 16-17 Juli 1918 di Yekaterinburg. Saat itu, mereka sedang ditahan di bawah pengawasan Bolshevik setelah Revolusi Februari 1917 menggulingkan monarki. 

TERISOLASI MENJADI TAHANAN

 Setelah turun takhta pada Maret 1917, Nikolay II dan keluarganya awalnya ditempatkan di bawah tahanan rumah di Istana Alexander di Tsarskoye Selo. Kemudian, mereka dipindahkan ke Tobolsk pada Agustus 1917 dan akhirnya ke Yekaterinburg pada April 1918. Di Yekaterinburg, mereka ditahan di Rumah Ipatiev, sebuah rumah saudagar yang disita dan dijuluki "Rumah Tujuan Khusus."

 Mereka semakin memburuk di Yekaterinburg. Mereka hidup dalam isolasi, dengan sedikit informasi dari dunia luar. Pengawal mereka semakin ketat dan kasar 

UPAYA PENYEMBUNYIAN JENAZAH

    Setelah turun takhta pada Maret 1917, Nikolay II dan keluarganya awalnya ditempatkan di bawah tahanan rumah di Istana Alexander di Tsarskoye Selo. Kemudian, mereka dipindahkan ke Tobolsk pada Agustus 1917 dan akhirnya ke Yekaterinburg pada April 1918. Di Yekaterinburg, mereka ditahan di Rumah Ipatiev, sebuah rumah saudagar yang disita dan dijuluki "Rumah Tujuan Khusus."

    Mereka semakin memburuk di Yekaterinburg. Mereka hidup dalam isolasi, dengan sedikit informasi dari dunia luar. Pengawal mereka semakin ketat dan kasar.

KONTROVERSI & PENEMUAN KEMBALI

  Selama bertahun-tahun, nasib keluarga Romanov menjadi misteri dan memunculkan berbagai spekulasi dan legenda, terutama mengenai kemungkinan selamatnya beberapa anggota keluarga, terutama Anastasia dan Alexei. Namun, penyelidikan forensik pada tahun 1990-an dan 2000-an, termasuk analisis DNA, mengkonfirmasi identitas jenazah yang ditemukan sebagai Kaisar Nikolay II, Alexandra, tiga putri mereka (Olga, Tatiana, dan Anastasia), dan Alexei. Jenazah Maria dan Alexei ditemukan kemudian pada tahun 2007 dan juga diidentifikasi melalui analisis DNA.


Penulis: Dessi Sukmaningrum

Editor: Suci Parhah Fauziah

Lebih baru Lebih lama