Kegiatan Jelajah Situs: Masjid Kedung Menjangan


Foto: Media HIMSPI

Pada tanggal 17 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan jelajah situs ke Masjid Kedung Menjangan sebagai salah satu bentuk pembelajaran berbasis lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengkaji peninggalan sejarah peradaban Islam, tidak hanya dari segi fisik bangunan, tetapi juga mencakup aspek historis, sosial, budaya, serta nilai-nilai religius yang terkandung di dalamnya.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap persiapan, di mana mahasiswa melakukan studi literatur terkait latar belakang masjid, meliputi sejarah berdiri, lokasi geografis, serta peranannya dalam masyarakat sekitar. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal sebelum observasi lapangan dilakukan. Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan instrumen penelitian sederhana seperti pedoman observasi dan daftar pertanyaan wawancara.

Foto: Media HIMSPI

Setibanya di lokasi, peserta melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi fisik masjid. Pengamatan meliputi bentuk arsitektur, struktur atap (seperti limasan atau tumpang), bahan bangunan, serta ornamen yang menghiasi bagian interior maupun eksterior. Hasil observasi menunjukkan bahwa Masjid Kedung Menjangan memiliki ciri khas arsitektur yang mencerminkan akulturasi budaya antara tradisi lokal Jawa dengan nilai-nilai Islam. Hal ini terlihat dari penggunaan material kayu, bentuk atap bertingkat, serta tata ruang yang sederhana namun tetap fungsional.

Selain aspek arsitektur, peserta juga mengamati tata letak ruang, seperti posisi mihrab, mimbar, serambi, serta area di sekitar masjid yang memiliki keterkaitan historis, seperti makam tokoh penting atau sumber air yang dianggap memiliki nilai khusus. Setiap elemen diamati secara detail dan dicatat sebagai data lapangan untuk dianalisis lebih lanjut.

Kegiatan dilanjutkan dengan wawancara bersama pengurus masjid, tokoh masyarakat, atau pihak yang memahami sejarah masjid tersebut. Dari wawancara ini diperoleh informasi mengenai tahun berdiri, tokoh pendiri, latar belakang pembangunan, serta perkembangan fungsi masjid dari masa ke masa. Selain itu, digali pula peran masjid dalam kehidupan sosial masyarakat, seperti sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas keagamaan lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga melakukan dokumentasi berupa foto, video, dan pencatatan lapangan. Dokumentasi ini berfungsi sebagai bukti kegiatan sekaligus data visual yang mendukung penyusunan laporan. Seluruh data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dan dianalisis untuk menemukan keterkaitan antara aspek sejarah, budaya, dan arsitektur yang ada.

Foto: Media HIMSPI

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara lebih konkret proses perkembangan Islam di daerah tersebut, khususnya melalui peran masjid sebagai pusat penyebaran agama dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs sejarah sebagai warisan budaya yang memiliki nilai edukatif tinggi.

Dengan demikian, jelajah situs ke Masjid Kedung Menjangan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga pengalaman empiris yang memperkaya wawasan mahasiswa dalam bidang sejarah peradaban Islam, serta membentuk sikap apresiatif terhadap peninggalan sejarah dan budaya bangsa.


Penulis: Jihan Fadillah

Editor: Abdilah Muhamad Said

Lebih baru Lebih lama