Sabtu 5 Oktober 2024, serpihan Memory menghadirkan konsep kajian yang berbeda. Kajian kali ini kita berkolaborasi dengan Himpunan Hahasiswa Tasawuf & Psikoterapi (HIMANTAPS), yang berjudul Collab Serpihan Memori & Nyantaps yang membahas mengenai "Tasawuf dalam lintas sejarah Nusantara".
Pemateri pertama yaitu Sobat Malik yang membahas mengenai proses islamisasi di Nusantara dan tasawuf sebagai alat dakwah para tokoh-tokoh tasawuf Nusantara. Sobat malik berpendapat "Bahwasanya Tasawuf pertama kali masuk ke Nusantara pada abad ke-13, ketika ahli tasawuf dari Persia dan India mulai menyebar. Namun, perkembangan tasawuf di Indonesia secara pesat terjadi pada abad ke-16 dan ke-17, terutama di Jawa dan Sumatera. Tokoh tasawuf Nusantara yang terkenal yaitu Abdurrauf As-singkili, Hamzah Fansuri, syamsudin Sumatrani, syekh Yusuf Al-Makasari dan Nuruddin Arraniri".
Selanjutnya pemateri yang kedua yaitu Sobat Jonatan Saputra yang merupakan mahasiswa Jurusan Tasawuf dan psikoterapi membahas mengenai dasar-dasar ilmu tasawuf dan mengenali beberapa macam tarekat-tarekat yang ada di Nusantara. Sobat Jonatan Saputra berargumentasi ''Bahwasannya Tasawuf merupakan ilmu pada ajaran Islam yang menekankan pada aspek spiritual dan kerohanian. Tasawuf juga biasa kita kenal dengan sebutan sufisme dan Tasawuf bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara membersihkan diri dari perbuatan tercela, Menghias diri dengan perbuatan terpuji, Tidak berlebihan dalam hal duniawi, Tetap fokus pada iman dan takwa. Tarekat yang terkenal di Nusantara yaitu ada tarekat Naqsabandiyah, Qadariyah, Syatoriyah dan lain-lain".
Setelah pemateri memaparkan penjelasannya, moderator yaitu Sobat Rifqi langsung melanjutkan pada sesi diskusi. Sangat antusias sekali dari beberapa audiens untuk saling berpendapat dan bertukar pikiran. Harapannya semoga setiap sebelum diskusi kawan-kawan mempersiapkan diri terlebih dahulu seperti mencari dan membaca referensi mengenai tema yang akan dibahas, agar bahan yang didiskusikan semakin banyak dan luas.
Penulis : Munif
Editor : Fahim Syahru Sofar
