AWAL BARU UMAT ISLAM: SEJARAH PENANGGALAN HIJRIAH

Sumber Foto Pinterest

    
MAKNA TAHUN BARU ISLAM

    Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam adalah hari penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa bersejarah dalam Islam, yaitu penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini diperingati pada 1 Muharam, yang merupakan awal tahun dalam Kalender Hijriah. Penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal perhitungan Kalender Hijriah.

AWAL MULA KALENDER HIJRIAH

    Kalender Hijriah belum resmi digunakan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kalender ini baru diresmikan pada masa Khalifah Ar-Rasyidin kedua, Umar al-Faruq R.A. Pada saat itu, terdapat beberapa usulan dari para sahabat mengenai penetapan awal tahun Islam. Ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada juga yang mengusulkan awal tanggal Islam pada saat Nabi diangkat sebagai nabi dan rasul.

    Namun, akhirnya diputuskan bahwa awal tanggal Islam ditetapkan berdasarkan penghijrahan Nabi Muhammad SAW.

 SISTEM PENANGGALAN HIJRIAH

    Kalender Hijriah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan yang terdiri dari 12 bulan dalam satu tahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, jumlah hari dalam satu tahun adalah 354 hari (12 x 29,53059 hari). Hal ini membuat satu tahun dalam kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan dengan kalender Masehi, seperti yang dijelaskan dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriah oleh Ida Fitri Shohibah. Karena kalender Hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan, yang berbeda dengan rotasi matahari, semua hari besar Islam dapat terjadi pada musim atau waktu yang berbeda-beda setiap tahunnya.

KENAPA DISEBUT TAHUN BARU HIJRIAH?

    Tahun Baru Islam disebut demikian karena kalender Hijriah hanya digunakan oleh umat Islam dan memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan kalender Masehi. Sistem penanggalan dalam kalender Islam didasarkan pada siklus bulan. Dalam kalender Hijriah, hari atau tanggal dimulai saat terbenamnya matahari di tempat tersebut.

MAKNA HIJRIAH DI MASA KINI

    Umat Islam dapat mengambil i'tibar (pelajaran) dari peristiwa hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dalam peristiwa hijrah tersebut, umat Muslim diharapkan bisa memaknai dan mengambil pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, terutama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi umat Islam di Indonesia, hijrah secara fisik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW mungkin sudah tidak relevan lagi, mengingat kita tinggal di negeri yang aman dan menjamin kebebasan beragama.


Penulis: Desi Sukmaningrum

Editor: Suci Parhah Fauziah

Lebih baru Lebih lama