Salah satu teori yang paling diterima oleh ilmuwan adalah ledakan ini disebabkan oleh semburan udara dari meteoroid berbatu atau komet kecil yang meledak di atmosfer bumi pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer. Ledakan ini menciptakan bola api besar yang menyebabkan kerusakan luar biasa di bawahnya. Meskipun teori ini cukup populer, banyak pertanyaan masih belum terjawab, terutama mengapa tidak ditemukan kawah atau sisa-sisa meteoroid yang jelas di lokasi tersebut.
DAMPAK BAGI SEKITAR
Lebih dari 80 juta pohon roboh seperti batang korek api, tersebar di area seluas 2.150 km². Namun, tidak ditemukan kawah di lokasi kejadian. Ilmuwan meyakini benda luar angkasa itu meledak di udara sekitar 5 sampai 10 km di atas permukaan bumi. Kekuatannya diperkirakan setara 10-15 megaton TNT, jauh melebihi bom Hiroshima.
Meski terlambat 19 tahun, ekspedisi ilmiah tahun 1927 menemukan sesuatu yang ganjil, dimana tak ada sisa meteorit besar, tapi tanah menunjukkan jejak logam seperti nikel dan iridium. Unsur-unsur ini biasa ditemukan pada batuan luar angkasa. Teori terus bermunculan mulai dari komet, asteroid, hingga spekulasi liar tentang alien.
Penulis: Larasati Nurhasanah
Editor: Suci Parhah Fauziah
