Kosmologi Keraton Cirebon

 

Dokumentasi Lapangan

Jirah pada tanggal 25 November 2025, yang mengusung tema Kosmologi Keraton Cirebon. kosmologi Keraton Cirebon bersifat akuasentris, menempatkan laut sebagai ruang sakral sekaligus arena strategis bagi aktivitas politik, ekonomi, dan penyebaran Islam. Jalur maritim bukan hanya sarana mobilitas, tetapi merupakan elemen struktural yang menopang legitimasi kekuasaan melalui kontrol perdagangan serta memperkuat jaringan dakwah melalui interaksi ulama-pedagang. Keraton Cirebon berhasil menyelaraskan konsep gunung sebagai pusat dalam tradisi Hindu-Buddha dengan orientasi kiblat dan jaringan pelayaran dalam Islam, sehingga membentuk model kekuasaan yang adaptif dan ekspansif.

Keraton Cirebon juga memiliki beberapa simbol yang terkait dengan kosmologi Jawa, seperti Batur, yang melambangkan Alam Bawah, dan Meru, yang melambangkan Alam Atas. Simbol-simbol ini digunakan untuk menghubungkan manusia dengan alam semesta dan menjaga keseimbangan antara Alam Atas, Alam Tengah, dan Alam Bawah.

Dengan demikian, tata letak dan filosofi Keraton Cirebon memiliki hubungan yang erat dengan kosmologi Jawa dan kepercayaan masyarakat Cirebon. Keraton Cirebon merupakan sebuah contoh dari arsitektur yang terkait dengan kosmologi dan kepercayaan masyarakat, yang masih dipelihara dan dilestarikan hingga saat ini.


Penulis: Raden M. Ikhsan Fauzi
Editor: Suci Parhah Fauziah

Lebih baru Lebih lama