Menelisik Kisah Balik Sejarah Pendirian Keraton Kaprabonan (Kunjungan HIMSPI ke Keraton Kaprabonan)

Dokumentasi Lapangan



Pada Kamis 24 Oktober 2024, Departemen Luar Negeri bersama Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan keraton kaprabonan yang ada di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. 


Kala itu kami disambut hangat oleh Pak Wasan selaku pengelola keraton. Keraton Kaprabonan berdiri sejak tahun 1696 M oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon yang merupakan putra mahkota dari sultan muhammad badruddin yang menjadi sultan pandita agama Islam di keraton kaprabonan. setelah pangeran raja adipati kaprabon sultan pandita agama islam wafat (1696-1734), berturut-turut penerus keraton kaprabonan, diteruskan oleh pangeran raja kusumawaningyun sultan kaprabonan ke-ii (1734-1766), diteruskan olch pangeran raja brataningrat sultan kaprabonan ke-iii (1766-1798), diteruskan oleh sultan raja sulaiman sultan kaprabonan ke-IV(1798- 1838), diteruskan oleh pangeran raja arifudin kusuma bratawirja kaprabonan ke-V(1838-1878), diteruskan oleh pangeran adikusuma adiningrat pa kaprabonan VI (1878-1918), diteruskan oleh pangeran angkawijaya pa kaprabonan VII (1918-1936), diteruskan oleh pangeran arunan raja kaprabonan sultan kaprabonan VIII (1936-1974), diteruskan oleh pangeran herman raja kaprabon sultan kaprabonan IX (1974-2001), diteruskan oleh pangeran hempi raja kaprabon, m.p sultan kaprabonan X (2001-2021), diteruskan oleh pangeran handi raja kaprabon, se.mm sultan kaprabonan XI (2021-sekarang).


Selain itu, sebagai pemangku adat keraton kaprabonan tetap melaksanakan berbagai tradisi yang berlaku di kalangan keraton di cirebon. di antara tradisi yang masih dipertahankan adalah pencucian benda-benda pusaka yang pelaksnaannya bersamaan dengan perayaan peringatan hari lahir nabi muhammad saw yang dikenal dengan istilah muludan, dimana upacara ritual tersebut dikenal dengan istilah prosesi panjang jimat. ritual tersebut selain bertujuan membersihkan benda pusaka, kegiatan ini juga bermakna pelestarian tradisi kesultanan cirebon. setidaknya puluhan benda pusaka saat itu dibersihkan melalui serangkaian ritual yang didahului doa (tawasul) bersama. benda-benda pusaka yang dicuci diantaranya berupa keris, kujang, hingga mata tombak dll.


Dalam menjaga tradisi secara internal, keraton kaprabonan juga ikut aktif dalam festifal budaya keraton nusantara (fkn) yang diikuti oleh utusan keraton dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia. yang menghadiri/mengikuti barusan dilakukan acara kegiatan yaitu forum silaturahmi adat keraton nusantara (fakn 1/makn) di keraton sumedang larang jabar pada 27-30 september 2021. 


Begitu pula acara parade budaya nusantara di jakarta pada 6 november 2022, acara seni dan budaya di keraton surakarta solo tanggal, 23-25 desember 2022, dll.. kegiatan di keraton kaprabonan:

1. Melaksanakan kegiatan rutin di Keraton seperti (Tawasulan, Cuci benda2 pusaka, Kliwonan, Pengajian ilmu toreqat, Syuraan, Mauludan, latihan gamelan sanggar galih kangkung. Peringatan hari besar keagamaan disb)

2. Menghadiri acara Festival Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) bersama Majelis Adata Kerajaan Nusantara (MAKN) dan tahun 2021 telah diikuti di keraton Sumedang Larang, Jawa Barat, serta acara Tradisi dan Budaya di daerah lainnya

3. Menghadiri undangan, baik dari Pemerintah, Instansi, Akademisi, masyarakat dan undangan 

lainnya baik terkait Keraton Kaprabonan maupun lainnya.Setelah berbincang banyak terkait sejarah keraton, kami berkeliling dan menjalin kerjasamadimana kami diperbolehkan belajar tari dan gamelan dengan gratis di sanggar milik keraton kaprabonan. Hal ini membuka jalan bagi departemen minat bakat dalam menampung mahasiswa yang berminat dalam tari dan bermain Gamelan


Penulis : Nida Delia Rahmah

Editor : Fahim Syahru Sofar 

Lebih baru Lebih lama