Merekontuksi Kembali Sejarah Keraton Kanoman melalui Bangunan Peninggalannya (Kunjungan HIMSPI Ke Keraton Kanoman)

Dokumentasi Lapangan

Pada Kamis 3 Oktober 2024, Departemen Luar Negeri bersama dengan pengurus HIMSPI dan Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam tahun 2024 melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan keraton Kanoman yang ada di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kala itu kegiatan kunjungan ini menjadi rangkaian dalam kegiatan sekolah sejarah. selain berkunjung, hubungan HIMSPI dan keraton sendiri telah terjalin sejak lama dimana kami dari HIMSPI sering ikut serta membantu dan berpartisipasi menjadi panitia dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di keraton. Dalam kunjungan kali ini merupakan kesempatan berharga untuk mengenalkan keraton dan menyambungkan silaturahmi pada anak anak mahasiswa baru SPI. 

Dalam kunjungan tersebut membahas terkait sejarah berdirinya keraton dan mengenal fungsi fungsi bangunan yang ada di keraton. Keraton kanoman adalah salah satu peninggalan kerajaan islam yang ada di Cirebon, yang berdiri sekitar tahun 1678 M. dijelaskan bahwa disana terdapat primbon, didalamnya ada istilah pranata wisma, pranata mangsa, pranata boga, dan pranata yoga. Pranata wisma adalah ilmu tata letak bangunan. 

Tiap keraton begitu juga keraton kanoman menghadap Utara yang depannya ada pohon, alun alun, dan masjid. Selain itu dibelakang bangunan keraton ada gunung dan depannya laut. Hal ini memiliki filofosi dimana sang raja derajatnya harus setinggi gunung dan wawasan/ ilmunya harus seluas laut. Di belakang keraton kanoman ini adalah gunung ciremai dan depannya ada laut. Sedangkan dalam bangunan kolonial seperti balai kota, residen itu biasanya menghadap ke timur. ketentuan tersebut ada hubungan dengan makrokomos alam yang memberikan pengaruh kemana kita menghadap dan semua itu berhubunga dengan satu garis imajiner.

Lalu ada pranata mangsa yaitu ilmu tentang waktu, dalam islam sama dengan ilmu falak. Biasanya digunakan untuk menghitung karakter orang atau tanggal pernikahan, hajat atau menghitung yang jodoh. Selanjutnya ada pranata boga yaitu berkaitan dengan makanan. Sedangkan pranata yoga itu berkaitan dengan olah pikir, mental, dan kesehatan.

Selanjutnya terdapat banguanan yang ada di keraton kanoman, diantaranya: 1. Lingga Yoni Lingga Yoni ini adalah lambang kesuburan. lingga symbol alat kelamin pria dan yoni simbol kelamin perempuan. Lingga yoni ini adalah peninggalan hindu dari Ki Danusela dan digunakan untuk tradisi memayu. Bangunan ini menjadi yang tertua. 2. Pancaratna dan Pancaritni pancaratna adalah tempat perwira berjaga dengkan pancaritni adalah tempat tamtama berjaga. Secara strata pancaratna lebih tinggi pangkatnya, keduanya ini merupakan pos penjagaan. fungsinya sebagai tempat prajurit berjaga dan tempat memverifikasi orang yang ingin masuk untuk mengadukan perkara. 3. Paseban Paseban adalah tempat bagi orang yang ingin menghadap pada raja untuk memberikan pengaduan. Misalnya melaporkan pejabat yang korupsi, mengalami kekeringan dan lain sebagainya 4. Lawang Syahadat Lawang syahadat, merupakan pintu yang digunakan sebagai tempat islamisasi yang dilakukan oleh para wali, khusunya di era sunan gunung jati dan sunan kalijaga 5. Lawang Kiblat Lawang kiblat adalah lawang yang menghadap ke kiblat, lawang ini menjadi media ruang untuk menunjukan filosofi islam. 6. Lawang Siblaong Lawang siblaong ini menjadi rute saat panjang jimat pada malam 12 maulid nabi 7. Ruang prabayaksa Ruang ini adalah sebagai ruang utama atau pusat pemerintahan keraton dan pusat syiar agama 

Penulis : Nida Delia Rahmah
Editor : Fahim Syahru Sofar 
Lebih baru Lebih lama