AKHIR DARI PD II: JEPANG MENYERAH KEPADA SEKUTU

Sumber Foto: Pinterest

BERAKHINYA PD II DI PASIFIK: TITIK BALIK SEJARAH

    Pada tahun 1945, sementara Eropa sudah mulai tenang, pertempuran di Pasifik masih berlangsung sengit. Meskipun banyak mengalami kekalahan, Jepang menolak untuk menyerah. Setelah ultimatum dalam Deklarasi Potsdam diabaikan, Amerika Serikat membuat keputusan yang akan mengubah sejarah selamanya yakni menggunakan bom atom.

PROYEK MANHATTAN: SENJATA RAHASIA AMERIKA DI BALIK LAYAR

    Amerika Serikat telah menjalankan Proyek Manhattan, sebuah proyek rahasia besar untuk mengembangkan senjata nuklir. Melibatkan ribuan ilmuwan dan dana yang masif, proyek ini berhasil menciptakan dua bom: Little Boy (berbahan dasar uranium) dan Fat Man (berbahan dasar plutonium). Kedua bom ini bukan hanya sekadar senjata, tetapi sebuah penanda dimulainya era baru.

 HIROSHIMA DAN NAGASAKI: DUA KOTA YANG TERHAPUS

    Pada tanggal 6 Agustus 1945, bom Little Boy dijatuhkan di Hiroshima. Dalam serangan ini tercatat lebih dari 90.000 jiwa yang tewas dalam insiden tersebut dan kota itu hancur total. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, bom Fat Man menyusul dijatuhkan di Nagasaki, memakan korban sekitar 39.000-86.000 jiwa. Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima.

PIHAK JEPANG MENYERAH KEPADA SEKUTU

    Setelah dua kota musnah dan ratusan ribu orang menjadi korban, Kaisar Hirohito akhirnya mengumumkan penyerahan tanpa syarat pada 15 Agustus 1945. Hal ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia II pada 2 September 1945. Penggunaan bom atom memang mengakhiri perang, tetapi sekaligus membuka baru dalam sejarah dunia di era nuklir.

PELAJARAN DARI MASA LALU

    Hingga hari ini, Hiroshima dan Nagasaki menjadi simbol penting anti perang. Para penyintas yang dikenal sebagai hibakusha terus mengingatkan dunia tentang kengerian senjata nuklir. Kisah mereka membawa pesan kuat dimana perdamaian bukanlah pilihan terakhir, melainkan tujuan utama yang harus terus diperjuangkan.Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan, sekaligus harapan agar sejarah kelam ini tidak pernah terulang lagi.


Penulis: Larasati Nurhasanah

Editor: Suci Parhah Fauziah

Lebih baru Lebih lama